Ilyasa mengizinkan minyak minyak itu di jual agar jadi manpaat

2 Raja-raja 4:1-7 Suatu kali, salah seorang istri dari rombongan nabi mengadu kepada Ilyasa demikian, “Hambamu, yaitu suamiku, sudah meninggal. Tuan tahu bahwa dulu hambamu itu adalah seorang yang bertakwa kepada ALLAH. Tetapi sekarang penagih utang datang untuk mengambil kedua anakku menjadi budaknya.”
Kata Ilyasa kepadanya, “Apa yang dapat kulakukan untukmu? Beritahu aku apa yang kaumiliki di rumah.” Jawabnya, “Hambamu ini tidak memiliki apa-apa di rumah, kecuali sebuah kendi berisi minyak.”
Kata Ilyasa, “Pergilah, mintalah bejana-bejana kosong dari semua tetanggamu. Mintalah sebanyak mungkin, jangan sedikit.
Setelah itu masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuangkanlah minyak itu ke dalam semua bejana itu. Mana yang penuh, pindahkanlah.”
Maka pergilah perempuan itu meninggalkan dia, kemudian menutup pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk. Anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana itu kepadanya, sementara ia terus menuang.
Ketika bejana-bejana itu telah penuh, berkatalah ia kepada seorang anaknya, “Bawakan lagi bejana yang lain.” Tetapi anaknya menjawab, “Tidak ada bejana lagi.” Lalu minyak itu pun berhenti mengalir.
Ia pun pergi memberitahukan hal itu kepada abdi Allah. Kata Ilyasa, “Pergilah, juallah minyak itu, dan bayarlah utangmu. Engkau dan anak-anakmu dapat hidup dengan kelebihannya.”

Advertisements

Ia menghancurkannya dan membunuhnya sendiri … lalu menyesalinya

2 Raja-raja 3:1-27 Yoram bin Ahab naik takhta atas Israil di Samaria pada tahun kedelapan belas pemerintahan Yosafat, raja Yuda. Dua belas tahun lamanya ia bertakhta.
Ia melakukan apa yang jahat dalam pandangan ALLAH, tetapi tidak seperti ayah dan ibunya. Disingkirkannya tiang berhala Baal yang dibuat oleh ayahnya.
Meskipun begitu, ia berpaut dan tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat yang menyebabkan orang Israil berdosa pula.
Mesa, raja Moab, adalah seorang peternak domba. Ia biasa membayar upeti kepada raja Israil berupa seratus ribu anak domba dan bulu dari seratus ribu domba jantan.
Tetapi sesudah Ahab mati, raja Moab memberontak menentang raja Israil.
Maka pada waktu itu Raja Yoram keluar dari Samaria dan mengerahkan semua orang Israil.
Dikirimnya pula utusan menemui Yosafat, raja Yuda, dengan pesan, “Raja Moab memberontak menentang aku. Maukah Tuan pergi menyertai aku untuk berperang melawan Moab?” Jawabnya, “Aku akan pergi. Aku ini sehati denganmu, rakyatku dengan rakyatmu, dan kuda-kudaku dengan kuda-kudamu.”
Lalu ia bertanya, “Lewat jalan mana kita akan pergi?” Jawabnya, “Lewat Padang Belantara Edom.”
Maka pergilah raja Israil bersama raja Yuda dan raja Edom. Akan tetapi, setelah berkeliling tujuh hari perjalanan, tidak ada lagi air untuk pasukan serta binatang-binatang yang mengikuti mereka.
Kata raja Israil, “Aduh! ALLAH telah mengumpulkan kita, tiga raja, untuk diserahkan ke dalam tangan orang Moab!”
Tetapi Yosafat bertanya, “Tidak adakah di sini seorang nabi ALLAH, supaya kita dapat mencari petunjuk ALLAH dengan perantaraannya?” Seorang pegawai raja Israil menjawab, “Di sini ada Ilyasa bin Safat, yang dahulu menjadi pelayan pribadi Ilyas.”
Kata Yosafat, “Firman ALLAH ada padanya.” Kemudian pergilah raja Israil bersama Yosafat dan raja Edom mendapatkan Ilyasa.
Kata Ilyasa kepada raja Israil, “Apa urusanku denganmu? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan ibumu.” Tetapi kata raja Israil kepadanya, “Jangan begitu. ALLAH telah mengumpulkan kami, tiga raja ini, untuk diserahkan ke dalam tangan orang Moab.”
Kata Ilyasa, “Demi ALLAH, Tuhan semesta alam, yang hidup dan yang kepada-Nya aku mengabdi, jika aku tidak menghormati Yosafat, raja Yuda, maka aku tidak sudi memandang atau melihat engkau.
Sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, turunlah kuasa ALLAH ke atas Ilyasa,
lalu berkatalah ia, “Beginilah firman ALLAH, Buatlah parit-parit di lembah ini,
karena beginilah firman ALLAH, Kamu tidak akan melihat angin ataupun hujan, tetapi lembah ini akan dipenuhi air sehingga kamu, ternakmu, dan binatangmu dapat minum.
Itu hanyalah perkara ringan dalam pandangan ALLAH. Ia juga akan menyerahkan orang Moab ke dalam tanganmu.
Kamu akan mengalahkan semua kota berkubu, juga semua kota pilihan. Kamu akan menumbangkan semua pohon yang baik, menutup semua mata air, dan merusak semua ladang yang baik dengan batu.”
Pagi harinya, kira-kira pada waktu orang mempersembahkan persembahan bahan makanan, tiba-tiba datanglah air dari arah Edom sehingga negeri itu dipenuhi air.
Semua orang Moab sudah mendengar bahwa ketiga raja itu datang untuk memerangi mereka. Maka dikerahkanlah semua orang yang sanggup memakai senjata, baik tua ataupun muda, lalu ditempatkanlah mereka di perbatasan.
Ketika orang Moab itu bangun pagi-pagi, permukaan air di hadapan mereka yang terkena sinar matahari tampak seolah-olah merah seperti darah.
Lalu kata mereka, “Itu darah! Pasti raja-raja itu saling membunuh, yang satu menghantam yang lain. Sekarang, ayo kita menjarah, hai orang Moab!”
Akan tetapi, ketika mereka sampai di perkemahan orang Israil, mereka langsung diserang oleh orang Israil sehingga mereka lari dari hadapan orang Israil itu. Kemudian orang Israil menerobos masuk ke negeri Moab serta membantai orang Moab.
Mereka meruntuhkan kota-kota yang ada, dan setiap orang melempari semua ladang yang baik dengan batu sehingga ladang-ladang itu tertutup. Mereka menutup semua mata air dan menumbangkan semua pohon yang baik, sampai hanya Kir-Hareset saja yang tertinggal dengan tembok batunya. Namun, akhirnya kota ini pun dikepung dan diserang oleh para pengumban.
Ketika raja Moab melihat bahwa peperangan itu terlalu berat baginya, ia mengambil tujuh ratus orang penyandang pedang untuk menerobos ke arah raja Edom, tetapi tidak berhasil.
Lalu raja Moab mengambil anaknya yang sulung, yang akan naik takhta menggantikan dia, dan mempersembahkannya di atas pagar tembok sebagai kurban bakaran. Maka kegusaran besar melanda bani Israil, sehingga mereka mundur meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka.

Ia mati karna tersesat idiologinya

2 Raja-raja 1:1-18 Setelah kematian Ahab, orang Moab memberontak terhadap orang Israil.
Suatu ketika, Ahazia terjatuh dari kisi-kisi kamar atasnya di Samaria sehingga ia terluka. Dikirimnya beberapa utusan dengan pesan, “Pergilah, carilah petunjuk Baal-Zebub, dewa di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini.”
Tetapi sementara itu Malaikat ALLAH bersabda kepada Ilyas, orang Tisbe itu, “Pergilah segera, temui para utusan raja Samaria dan katakan kepada mereka, Tidak adakah Tuhan di Israil sehingga kamu pergi mencari petunjuk Baal-Zebub, dewa di Ekron?
Sebab itu beginilah firman ALLAH, Engkau tidak akan turun lagi dari ranjang tempat engkau berbaring itu. Engkau pasti mati. ” Lalu pergilah Ilyas.
Ketika para utusan itu kembali kepada raja, bertanyalah raja kepada mereka, “Mengapa kamu kembali?”
Jawab mereka kepadanya, “Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami, Pulanglah kembali kepada raja yang mengutus kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman ALLAH, “Tidak adakah Tuhan di Israil sehingga engkau menyuruh orang mencari petunjuk Baal-Zebub, dewa di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan turun lagi dari ranjang tempat engkau berbaring itu. Engkau pasti mati.” ”
Tanyanya kepada mereka, “Bagaimana ciri orang yang datang menemui kamu dan yang mengatakan hal-hal itu kepadamu?”
Jawab mereka kepadanya, “Orang itu mengenakan pakaian bulu dan pinggangnya berikatkan sabuk kulit.” Kata raja, “Itu Ilyas, orang Tisbe.”
Kemudian raja mengutus pemimpin pasukan lima puluh dengan kelima puluh anak buahnya menemui Ilyas. Ketika pemimpin itu naik menemui Ilyas, tampak ia sedang duduk di atas puncak gunung. Kata pemimpin itu kepadanya, “Hai abdi Allah, raja bertitah, Turunlah! ”
Jawab Ilyas kepada pemimpin pasukan lima puluh itu, “Kalau aku memang abdi Allah, biarlah api turun dari langit melalap engkau dengan kelima puluh anak buahmu.” Maka turunlah api dari langit melalap dia dengan kelima puluh anak buahnya.
Kemudian raja mengutus lagi kepadanya pemimpin pasukan lima puluh yang lain dengan kelima puluh anak buahnya. Pemimpin itu berkata kepadanya, “Hai abdi Allah, beginilah titah raja, Turunlah segera! ”
Jawab Ilyas kepada mereka, “Kalau aku memang abdi Allah, biarlah api turun dari langit melalap engkau dengan kelima puluh anak buahmu.” Maka turunlah api Allah dari langit melalap dia dengan kelima puluh anak buahnya.
Kemudian raja mengutus lagi pemimpin pasukan lima puluh yang ketiga dengan kelima puluh anak buahnya. Pemimpin pasukan lima puluh yang ketiga itu naik lalu datang bertelut di hadapan Ilyas dan memohon belas kasihan kepadanya. Katanya kepadanya, “Ya abdi Allah, biarlah kiranya nyawa hamba dan nyawa kelima puluh hamba-hambamu ini berharga di mata Tuan.
Memang api telah turun dari langit melalap kedua pemimpin pasukan lima puluh yang terdahulu dengan kelima puluh anak buah mereka. Tetapi sekarang, biarlah nyawa hamba berharga di mata Tuan.”
Bersabdalah Malaikat ALLAH kepada Ilyas, “Turunlah bersamanya. Jangan takut kepadanya.” Ilyas pun segera turun bersamanya menghadap raja.
Kata Ilyas kepada raja, “Beginilah firman ALLAH, Tidak adakah Tuhan di Israil yang bisa dicari petunjuk firman-Nya sehingga engkau mengirim beberapa utusan untuk mencari petunjuk Baal-Zebub, dewa di Ekron? Karena hal itu, maka engkau tidak akan turun lagi dari ranjang tempat engkau berbaring itu. Engkau pasti mati. ”
Lalu matilah raja sesuai dengan firman ALLAH yang disampaikan Ilyas. Maka Yoram naik takhta menggantikan dia pada tahun kedua pemerintahan Yoram bin Yosafat, raja Yuda, karena Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki.
Riwayat Ahazia selebihnya, apa yang dilakukannya, bukankah semuanya tertulis dalam kitab hikayat raja-raja Israil?

Dia ada apabila kita baik dan di berubah kutuk kalau jahat

Ibarat kita menanam tanaman kita akan subur dan bertumbuh berbunga dan kelak berbuah apa bila kita rawat dan dia hidup .. dan ia akan layu kering dan mati apa bila tidak di rawat .. nah begitu pula kehadiran iman dalam tuhan … kita menanamnya memulyakannya dan juga kita menghalau segala niat buruk di jiwa yg bisa bikin layu iman kita

Sadarilah perbuatannya di jiwa anda ia memberi pengertian

1 Yahya 2:28-29 Sekarang, hai anak-anakku, tinggallah di dalam Al-Masih, supaya jikalau kelak Ia dinyatakan, kita memperoleh keberanian dan tidak malu di hadapan-Nya, yaitu pada saat kedatangan-Nya.
Jikalau kamu tahu bahwa Ia benar, maka kamu pun tahu bahwa siapa melakukan kebenaran, ia telah menerima hidup baru dari Allah.

Dia terkutuk

Hakim-hakim 2:10-12 Kemudian seluruh angkatan itu pun dikumpulkan bersama leluhurnya. Setelah mereka, bangkitlah angkatan lain yang tidak mengenal ALLAH ataupun perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan-Nya bagi Israil.
Lalu bani Israil melakukan apa yang jahat dalam pandangan ALLAH dan beribadah kepada dewa-dewa Baal.
Mereka meninggalkan ALLAH, Tuhan nenek moyang mereka, yang membawa mereka keluar dari Tanah Mesir, dan mengikuti ilah-ilah lain, yaitu dewa-dewa bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Mereka sujud menyembah kepada dewa-dewa itu sehingga mereka membangkitkan murka ALLAH.

Ia telah mendustakan pirman tuhan

Ulangan 1:41-46 Kemudian jawabmu kepadaku, Kami telah berdosa terhadap ALLAH. Kami hendak maju berperang sesuai dengan semua yang diperintahkan ALLAH, Tuhan kami, kepada kami. Lalu kamu menyandang senjata perangmu masing-masing, karena kamu pikir mudah naik ke pegunungan itu.
Tetapi ALLAH berfirman kepadaku, Katakanlah kepada mereka, “Jangan maju dan jangan berperang, karena Aku tidak hadir di antara kamu, nanti kamu terpukul kalah di depan musuh-musuhmu.”
Maka aku mengatakannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengar. Kamu mendurhaka terhadap firman ALLAH dan dengan sombongnya naik ke pegunungan itu.
Lalu keluarlah orang Amori yang tinggal di pegunungan itu menghadapi kamu. Mereka mengejar kamu seperti kawanan lebah dan menghantam kamu dari Seir sampai ke Horma.
Maka kembalilah kamu dan menangis di hadirat ALLAH, tetapi ALLAH tidak mendengarkan tangisanmu dan tidak memperhatikan kamu.
Setelah itu cukup lama kamu tinggal di Kades.